Sabtu, 26 Maret 2011

Dampak Dari Mengkonsumsi Wine

Pakar kesehatan menghimbau agar perempuan menghentikan konsumsi apapun yang mengandung alkohol selama kehamilan. Anjuran ini didasarkan pada temuan studi yang mengungkap bahwa alkohol sangat membahayakan perkembangan janin. Saat hamil, bayi anda tumbuh di dalam anda. Makanan dan minuman yang anda konsumsi mempengaruhi bayi anda. Mengonsumsi alkohol bisa mengganggu pertumbuhan bayi seperti gangguan fisik dan tingkah laku yang permanen.



Jenis apa saja yang bisa mengganggu? Semua minuman yang mengandung alkohol, termasuk anggur (wine), arak, bir atau jenis minuman keras lainnya bisa mengganggu bayi. Segelas anggur (wine), secawan arak, sekaleng bir dan minuman campuran mempunyai kadar alkohol yang hampir sama.

Bagaimana dengan minum berlebih sekali-sekali? Orang yang minum berlebih pada Jumat atau Sabtu malam, seperti diuraikan di situs womanfitness.com, menimbulkan efek yang hampir sama seriusnya dengan mereka yang minum teratur sedikit-sedikit setiap hari. Perempuan yang terus minum setelah menyadari kehamilan, khususnya dalam jumlah besar, termasuk minum hingga mabuk, bisa meningkatkan risiko kematian janin.
Minum berlebih hingga mabuk bisa menyebabkan berbagai gangguan, seperti:

* Gangguan perkembangan saraf
* Penurunan IQ verbal
* Memicu kecenderungan perilaku suka melanggar pada anak
* Gangguan belajar
* Penurunan performa akademik


Selain itu, gangguan paling berat yang dipicu oleh alkohol adalah fetal alcohol syndrome (FAS). FAS adalah pola cacat fisik dan mental yang berkembang pada beberapa bayi yang belum lahir karena ibu mereka terlalu banyak minum alkohol selama kehamilan. Menurut Missouri Department of Mental Health, berikut daftar gangguan yang bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol selama kehamilan:

* Ukuran dan berat badan rendah
* Gangguan perkembangan
* Cacat tulang rusuk dan tulang dada
* Tulang belakang melengkung dan dislokasi pinggul
* Jari kaki atau tangan bengkok, berselaput atau tidak lengkap
* Keterbatasan gerak persendian
* Ukuran kepala kecil
* Kelainan wajah
* Munculnya selaput kulit antara mata dan pangkal hidung
* Kelopak mata turun
* Mata rabun
* Mata susah bergerak ke arah yang sama
* Hidung agak naik
* Tulang hidung cekung
* Tidak ada alur antara hidung dan bibir atas
* Bibir atas tipis
* Pembukaan di langit-langit mulut
* Rahang kecil
* Bentuk telinga tidak normal
* Kelainan pada organ
* Cacat jantung
* Cacat alat kelamin
* Cacat ginjal dan saluran kencing
* Cacat sistem saraf pusat
* Otak kecil
* Susunan sel-sel otak dan jaringan penghubung yang tidak sempurna
* Keterbelakangan mental
* Gangguan belajar
* Tingkat konsentrasi rendah
* Hiperaktif di masa anak-anak
* Koordinasi tubuh, tangan, dan jari yang buruk


Selain gangguan di atas yang mempengaruhi wanita dan janin yang dikandungnya, alkohol memiliki dampak yang tak kalah menyeramkannya bagi anda yang tidak sedang hamil atau bagi anda para pria. Gangguan tersebut adalah gangguan pada organ-organ tubuh kita terutama hati.

Hati merupakan organ terbesar dalam tubuh yang beratnya sekitar 1,5 kg pada pria dewasa. Hati memiliki fungsi yang sangat vital bagi manusia, salah satu fungsi pentingnya adalah proses detoksifikasi racun, bakteri dan semua zat berbahaya bagi tubuh yang berasal dari organ pencernaan. Alkohol yang kita konsumsi oleh tubuh kita dikatagorikan sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh kita. Hati melakukan detoksifikasi agar zat-zat tersebut tidak berbahaya lagi bagi tubuh.

Organ hati sangat terganggu dengan masuknya zat alkohol kedalamnya. Karena alkohol yang masuk kedalam tubuh akan dielimiasi oleh organ hati. Oleh karena itu banyak mengkonsumsi alkohol (anggur (wine,) arak, bir dan yang lainnya) dapat memperberat kerja hati dan merusak fungsi hati secara terus menerus dan perlahan. Sehingga akan menimbulkan kerusakan hati yang disebut alcoholic liver disease.



Hal yang perlu dikhawatirkan dari keadaan ini adalah progresivitas keadaan ini yang dapat menjadi lebih parah dan berkembang menjadi sirosis hati (liver cirrhosis). Sirosis hati merupakan komplikasi yang dapat terjadi akibat peminum alkohol yang kronis atau terus menerus. Sirosis hati ditandai dengan perubahan jaringan hati menjadi kasar dan kehilangan fungsi. Jaringan hati menjadi kaku, rusak dan kasar. Keadaan sirosis hati ini dapat berkembang terus menjadi hipertensi portal yang ditandai dengan pembesaran pembuluh darah pada daerah perut (caput medusa) kemudian terjadi penumpukkan cairan yang sangat banyak di dalam rongga perut yang dikenal dengan istilah asites. Belum lagi sirosis hati dapat berkembang menjadi kanker hati yang sangat mematikan.



Hal di atas memang hanya dapat terjadi jika kita terbiasa meminum alkohol secara belebih. Lalu bagaimana jika kita minum hanya sedikit. Selain membikin badan hangat, seperti banyak isi artikel yang dapat kita temukan di dunia maya, meminum wine dalam takaran tertentu konon berkhasiat bagi kesehatan, antara lain bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Namun benarkah pernyataan ini.

Pernyataan ini merujuk pada hasil penelitian University of Rochester Medical Center (URMC) di New York. Peneliti dari UMRC, Eileen Redmond, menjelaskan, alkohol dalam jumlah sedikit dapat menahan molekul yang dapat membuat plak di dinding arteri sehingga bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler. Molekul yang disebut protein Notch ini membantu mengontrol otot yang mengatur aliran darah di arteri. Ketika molekul Notch distimulasi, misalnya dengan kadar kolesterol yang tinggi dan kebiasaan merokok, plak akan tumbuh dan berkembang di arteri. Namun ketika otot yang dapat membuat plak di arteri ini terkena alkohol, menurut Redmond, molekul Notch akan terhalang dan sel di dinding arteri tidak akan tumbuh dan menebal. "Meminum wine dalam jumlah sedikit secara reguler memiliki efek terbaik dalam pencegahan penyakit jantung," kata Redmond kepada MyHealthNewsDaily.

Namun perlu anda ingat, dosis alkohol yang baik untuk menurunkan risiko penyakit jantung adalah dalam jumlah sangat sedikit saja. A sip (satu isapan) of alcohol saja. Selain itu, karena iklim di Indonesia secara umum sangat berbeda dengan Eropa atau negara-negara lain yang mengenal musim dingin, konsumsi alkohol untuk kesehatan belum dapat dilakukan di Indonesia. Selain itu memanfaatkan alkohol sebagai obat jantung sangat tidak sepadan dengan resikonya yang anda dapatkan seperti gangguan fungsi hati. Masih banyak obat-obatan baik yang buatan ataupun herbal yang dapat anda manfaatkan sebagai pencegah penyakit jantung dan aman tanpa beresiko menimbulkan penyakit yang lebih berat lainnya.

0 komentar: